Selasa, 17 Oktober 2017

Arti Kedutan di Sekitar Kepala, Wajah dan Leher


1. Arti Kedutan di Sekitar Kepala, Wajah dan Leher

01. Kedutan Kepala : Akan mendapatkan pahala / kebaikan.
02. Ubun-ubun : Menjadi mantri / mentri.
03. Dahi kanan : Akan mendapatkan harta atau uang.
04. Dahi Kiri : Akan mendapatkan kesenangan.
05. Alis Kanan : Akan memperoleh uang.
06. Alis Kiri : Akan berjumpa dengan kekasihnya.
07. Kelopak Mata Kanan Atas : Akan memperoleh uang.
08. Kelopak Mata Kanan Bawah : Akan memperoleh kesusahan.
09. Kelopak Mata Kiri Atas : Akan mendapatkan kebaikan.
10. Kelopak Mata Kiri Bawah : Akan menangis.
11. Tempat Keluarnya Air Mata Kanan : Akan Menangis.
12. Tempat Keluarnya Air Mata Kiri : Akan keluar dari penderitaan / masalah.
13. Ujung Mata Sebelah Kanan : Akan melihat kekasihnya (orang yang disayangi).
14. Ujung Mata Sebelah Kiri : Akan mendapatkan kesusahan.
15. Bola Mata (biji mata) Kanan : Akan menangis karena ada yang meninggal.
16. Bola Mata Sebelah Kiri : Akan bertemu dengan seseorang.
17. Pipi Kanan : Akan diganggu orang.
18. Pipi Sebelah Kiri : Akan sakit.
19. Hidung Sebelah Kanan : Akan memperoleh uang yang halal.
20. Hidung Kiri : Akan bertemu dengan kekasih.
21. Bibir Kanan Atas : Akan memperoleh makan (smara).
22. Bibir Kanan Bawah : Akan mendapatkan atau memperoleh kenikmatan.
23. Bibir Kiri Atas : Akan memperbicangkan seseorang dengan saudaranya.
24. Bibir Kiri Bawah : Akan memperoleh pekerjaan yang baik.
25. Tepat Ditengah Bibir Atas : Akan bertengkar.
26. Tengah-tengah Bibir Bawah : Akan makan yang enak.
27. Telinga Sebelah Kanan : Akan berjumpa dengan saudara.
28. Daun Telinga Kiri : Akan dibicarakan dalam hal baik.
29. Dagu Kanan : Akan dihormati oleh pembesar (orang besar) / pejabat.
30. Dagu Kiri : Akan berjumpa dengan pembesar dan diberi pekerjaan olehnya.
31. Leher Kanan : Akan mendapatkan sakit.
32. Leher Kiri : Akan menderita sakit, tapi sakitnya cuma sebentar dan lekas sembuh.
33. Tenggorokan Kanan : Akan memperoleh halangan.
34. Tenggorokan Kiri : Akan memperoleh sesusahan besar.
35. Leher Belakang (Tengkuk) Kanan : Akan mendapatkan untung.
36. Tengkuk (jawa; Gitok) Kiri : Akan memberi.

Minggu, 01 Oktober 2017

BERAGAM CARA MAHASISWA STMIK PRINGSEWU DEKATI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KKN – 1

BERAGAM CARA MAHASISWA STMIK PRINGSEWU DEKATI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KKN – 1

IMG-20170727-WA0035
IMG-20170727-WA0054
IMG-20170728-WA0013
IMG-20170728-WA0012
IMG-20170728-WA0011
IMG-20170728-WA0010
IMG-20170728-WA0009
IMG-20170728-WA0007
IMG-20170728-WA0006
IMG-20170728-WA0005
IMG-20170728-WA0004
IMG-20170728-WA0003
IMG-20170728-WA0002
IMG-20170728-WA0001
IMG-20170727-WA0054




























































































































































































































































SUKOHARJO – KKN mahasiswa STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso memperkenalkan diri dengan masyarakat dengan berkunjung ke beberapa rumah warga. Perkenalan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kelompok mahasiswa yang ada di Pekon Sukoyoso dengan masyarakat kedepannya.
Mengikuti kegiatan sehari-hari yang dilakukan masyarakat adalah salah satu cara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata STMIK Pringsewu mendekatkan diri dengan warga setempat. Nantinya, pendekatan itu akan berguna dalam melaksanakan program-program yang telah dirancang sekaligus memahami kehidupan masyarakat secara lebih dalam di Pekon Sukoyoso, seperti yang dilakukan Kamis malam (27/7) sehabis sholat magrib mengikuti kegiatan rutin mingguan pengajian yasinan, Alhamdulillah disambut sangat antusias dan setelah pengajian yasinan selesai diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri agar lebih akrab dengan masyarakat Pekon Sukoyoso, kesempatan itu disampaikan oleh ketua kelompok Imam Samsudin. Imam Samsudin menyampaikan, beberapa program yang akan di buat di Pekon Sukoyoso tentunya dengan bantuan dari aparatur Pekon dan masyarakat terhadap data-data yang dibutuhkan, kami mengucapkan terima kasih kepada aparatur pekon dan masyarakat Sukoyoso yang siap membantu kami, ucapnya.
Setelah ba’da Isya’ dilanjutkan dengan mengunjungi kediaman kaur umum bapak Basuki serta para pemuda penggiat kesenian silat TTKDH, Itulah yang kini dilakukan oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso, insya’Allah kami akan terjun langsung ke masyarakat untuk meleburkan diri membaur dengan masyarakat Sukoyoso, kami harus memahami kondisi sosial dan kebiasaan masyarakat di pekon Sukoyoso tersebut, setelah memahami kondisi sosial di pekon Sukoyoso, karena penyesuaian diri dengan masyarakat pekon Sukoyoso sangat penting agar mahasiswa dapat dengan mudah melaksanakan aktifitas bersama masyarakat, barulah kita dapat menerapkan tugas-tugas yang sudah disiapkan dari kampus untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata, tambahnya. Amin yra.

Ratusan Mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu peride tahun 2017 mengikuti pembekalan sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)

STMIK PRINGSEWU – Ratusan Mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu peride tahun 2017 mengikuti pembekalan sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pringsewu. Pemberian materi seputar gambaran Kabupaten Pringsewu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Malian Ayub, M.M di depan mahasiswa peserta KKN di gedung STMIK Pringsewu. Saya menyambut baik kegiatan pembekalan KKN untuk dapat memahami lebih lanjut terkait dengan Pekon yang ada di Wilayah Kabupaten Pringsewu, Rabu (19/7).

Kami harapkan dengan adanya mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kabupaten Pringsewu akan memberikan sumbangsih besar terhadap pembangunan di Kabupaten Pringsewu,
keberadaan mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu ini nantinya akan membantu proses pelaksanaan kegiatan pembangunan di pemerintahan Pekon yang ada di Wilayah Kabupaten Pringsewu, ucapnya.
Pembekalan KKN Mahasiswa STMIK Pringsewu dan STIT Pringsewu selain di isi oleh Malian Ayub, M.M. selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu, juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendapatan & Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu.
Sedangkan dari Kampus sendiri disampaikan oleh Nur Aminudin, M.T.I (Wakil Ketua III), beliau menyampaikan “Pemanfaatan website pekon untuk pelayanan publik dan manajemen informasi pekon”.
Nur Aminudin mengatakan, Sistem Informasi Pekon (SIP) merupakan sebuah bangunan yang menghubungkan antar fungsi pengelolaan data dan informasi secara utuh di lingkup pekon. Fungsi-fungsi ini berada melebur dalam peran dan lembaga yang aktif di pekon. Aplikasi perangkat lunak SIP adalah salah satu bagian dari bangunan besar SIP tersebut. Aplikasi SIP adalah alat olah data dan informasi berbasis komputer yang akan menjadi salah satu rujukan dasar dan pemberi fungsi layanan. Sistem ini akan berjalan baik dalam ranah offline maupun online. Pada bentuknya yang offline, SIP telah terbangun dalam sebuah jaringan data dan informasi di kantor pekon. Pada bentuknya yang online, SIP akan terbangun dan terhubung dalam jaringan data dan informasi berbasis internet, yang menjalinkan pekon yang ada di wilayah Kabupaten Pringsewu dengan dunia luar.
Sebagai sebuah media publik, website pekon membutuhkan tim pengelola. Media ini bisa dikelola secara kolaboratif antara Pemerintah Pekon dengan pegiat lembaga kemasyarakatan di tingkat pekon. SIP pada dasarnya dibangun dengan memberikan ruang kolaborasi sesuai dengan fungsi dan kewenangan dalam pengelolaan data dan informasi.
Website Pekon dibangun dengan tujuan sebagai media informasi resmi tentang pekon, yang dibangun dan dikelola oleh tim pekon setempat. SIP ketika aktif di sistem online bisa otomatis menjadi website pekon. Secara teknis, website pekon ini telah dirancang memiliki peta situs yang bisa memuat fungsi-fungsi olah data dan informasi yang berguna untuk menunjang aspek pelayanan publik di tingkat pekon. Beragam data dan informasi yang bersifat publik akan sangat terbuka dan mudah dikelola dalam website pekon yang berbasis SIP ini. Isi website ini kemudian diharapkan bisa diakses dan dimanfaatkan oleh publik luas sebagai sasaran. Tidak hanya penduduk pekon setempat yang bisa mengakses website pekon yang menjadi target, tetapi juga masyarakat umum, pemerintah, swasta, akademisi, dan badan/lembaga publik lainnya yang memiliki kepentingan dengan pekon setempat. Publikasi atas layanan informasi publik yang terbuka ini nanti bisa didukung dengan penggunaan media jejaring sosial yang tepat dan optimal, seperti facebook, twitter, Google+, YouTube.
Secara garis besar, website pekon yang berbasis SIP memiliki tiga bagian pengolah informasi yang dapat ditampilkan secara online. Informasi itu bisa bersifat statis, bisa pula bersifat dinamis, yang tersimpan dan tertampilkan dalam menu-menu website pekon. Setiap jenis informasi yang diharapkan muncul dalam website pekon harus merujuk pada jenis informasi publik yang telah diatur, sehingga fungsi layanan pengelolaan informasi sebagai salah satu bentuk layanan publik oleh pekon dapat terpenuhi, ucapnya.
Sudewi, M.M Ketua Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata STMIK Pringsewu mengatakan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wadah bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu–ilmu yang diperoleh dari Perguruan Tinggi di masyarakat. Pelaksanaan KKN sebagai wahana pengabdian masyarakat diharapkan juga dapat mengembangkan kemampuan praktis mahasiswa dalam menyerap keahlian yang ada dimasyarakat. Sehingga KKN diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang lahir dari proses pembangunan, pada hakekatnya merupakan pelaksanaan dari falsafah pendidikan nasional, dalam rangka Tri Darma Perguruan Tinggi.
Sudewi menambahkan, Kuliah kerja nyata ( KKN ) juga merupakan salah satu mata kuliah dalam perguruan tinggi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan segala tugas-tugas yang merupakan penerapan kegiatan akademik yang diwujudkan dalam kegiatan langsung oleh mahasiswa di lingkungan masyarakat atau lembaga. Harapannya, mahasiswa memperoleh pengalaman yang dapat meningkatkan kedewasaan atau profesionalisme untuk memperbaharui dan mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Dalam kaitannya dengan penelitian, mahasiswa diajak untuk meneliti dan merumuskan masalah yang kompleks, menelaah potensi-potensi dan kelemahan dalam masyarakat (kampus) dan merumuskannya. Dengan makin tingginya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka mahasiswa dituntut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan agar dapat berdaya dan berhasil guna. Oleh karena itu, teori yang didapatkan dari bangku kuliah diharapkan dapat diterapkan di lapangan. Pengetahuan teoritis belumlah dapat memberikan gambaran yang konkret jika belum diterapkan di lapangan.
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat adalah suatu kegiatan intrakurikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa, dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. KKN juga merupakan wahana penerapan serta pengembangan ilmu dan teknologi, dilaksanakan diluar kampus dalam waktu, mekanisme kerja, dan persyaratan tertentu.
Oleh karena itu, KKN diarahkan untuk menjamin keterkaitan antara dunia akademik-teoritik dan dunia empirik-praktis. Dengan demikian akan terjadi interaksi sinergis, saling menerima dan memberi, saling asah, asih, dan asuh antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui KKN mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dan bekerja dalam kegiatan pembangunan masyarakat sebagai wahana penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, tegasnya.
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata STMIK Pringsewu akan dilaksanakan dari tanggal 26 Juli 2017 sampai dengan tanggal 2 September 2017.

BUPATI LEPAS MAHASISWA STMIK & STIT PRINGSEWU

BUPATI LEPAS MAHASISWA STMIK & STIT PRINGSEWU

bapak-sujadi
STMIK PRINGSEWU – Bupati Pringsewu Hi.Sujadi melepas mahasiswa STMIK dan STIT Pringsewu yang akan melaksanakan KKN di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Prosesi pelepasan berlangsung di pendopo Pemkab Pringsewu, Rabu (26/7).
Mahasiswa kedua sekolah tinggi yang akan melaksanakan KKN selama 40 hari kedepan, seluruhnya berjumlah 304 mahasiswa STMIK, serta 29 mahasiswa STIT. Mereka akan disebar di 33 pekon atau desa di 8 kecamatan, dari 9 kecamatan yang ada di Pringsewu.
Bupati Pringsewu Hi. Sujadi dalam sambutannya berharap para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dapat melaksanakan tugas dan pembelajaran dengan baik, sekaligus dapat turut membantu dan menunjang pembangunan di masing-masing pekon yang menjadi sasaran. “Adik-adik mahasiswa nanti dapat belajar banyak dari pengalaman selama terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, beliau juga mengingatkan agar para mahasiswa berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk dalam menerima dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya serta berita-berita palsu (hoax)”, ucapnya.
Dalam sambutannya, ketua STMIK Pringsewu Hj. Rita Irviani Fauzi mengatakan, Kegiatan KKN di STMIK dan STIT Pringsewu adalah salah satu program wajib dalam setiap tahun akademik bagi mahasiswa, sebelum masa purna mereka mengikuti kegiatan akademik dan dinyatakan lulus sebagai sarjana (S-1). Di antara keragaman implementasi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya, mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat) oleh institusi dan civitas akademika STMIK dan STIT Pringsewu ini, saya kira, kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKN ini tetap menjadi pilihan yang baik untuk mewujudkan hubungan antara kampus dan masyarakat. Oleh karena itu, sangat besar harapan saya kepada berbagai pihak yang berkompeten untuk turut membantu pelaksanaan kegiatan KKN STMIK dan STIT Pringsewu ini sehingga benar-benar menjadi media pembelajaran praktis kepada para mahasiswa kami. Khususnya kepada Bapak Camat beserta Bapak dan Ibu Lurah dan Kepala Pekon yang wilayahnya menjadi lokasi mahasiswa KKN STMIK dan STIT Pringsewu. Arahan dan bimbingan dari Bapak dan Ibu sekalian kepada para mahasiswa kami sangat kami harapkan.
Kepada peserta KKN STMIK dan STIT Pringsewu saya pesankan agar benar-benar melaksanakan tugas pengabdian masyarakatnya dalam kegiatan KKN ini. Tunjukkan bahwa sebagai mahasiswa di daerah, anda semua benar-benar mampu memberikan yang terbaik bagi daerah anda yang tercinta ini, saya atas nama seluruh komponen civitas akademika mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan KKN STMIK dan STIT Pringsewu.

ROMBONGAN KKN MAHASISWA STMIK PRINGSEWU

ROMBONGAN KKN MAHASISWA STMIK PRINGSEWU

IMG-20170726
PRINGSEWU – Berbekal satu tas ransel dan motor yang udah diisi full tank, rombongan Mahasiswa KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso Kecamatan Sukoharjo langsung menuju lokasi setelah pelepasan oleh Bupati Pringsewu H. Sujadi.
Alhamdulillah nyampe juga di posko Kuliah Kerja Nyata di Pekon Sukoyoso yang langsung disambut baik oleh Kepala Pekon Sukoyoso Bapak Muhaimin. Dalam bincang-bincang dengan kepala pekon, sangat memgaspirasi kedatangan kami mahasiswa KKN STMIK Pringsewu dalam implementasi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
Kepala Pekon Sukoyoso bapak Muhaimin dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Insya’Allah nanti malam Rabu (26/7) jam 19.30 WIB kita adakan pertemuan dengan seluruh jajaran aparatur pekon Sukoyoso dan para pemuda di Balai Pekon yang merupakan ajang silaturrahmi biar saling mengenal.
12 Mahasiswa STMIK Pringsewu yang melaksanakan KKN di Pekon Sukoyoso :
1. Imam Samsudin
2. Setiawati
3. Ryan Bagus A
4. Tia Alfiana
5. Anita Dewi S
6. Royyan F
7. Dian Turi
8. Nur Zaini
9. Menik Jayanti
10. Novi Astuti
11. Rika P Sari
12. Dina Tri U

PERKENALAN DENGAN APARATUR DAN MASYARAKAT PEKON SUKOYOSO

PERKENALAN DENGAN APARATUR DAN MASYARAKAT PEKON SUKOYOSO

20170726_214321
SUKOHARJO – Rabu (26/7), Kelompok KKN Mahasiswa STMIK Pringsewu Pekon Sukoyoso mengadakan pertemuan dengan perangkat pekon dan pemuda pekon Sukoyoso. Pertemuan ini dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya’ pukul 20.00 WIB di Balai Pekon Setempat. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Pekon, Badan Hippun Pemekonan, ketua pemuda/karang taruna serta masyarakat pekon Sukoyoso. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa-mahasiswa kkn STMIK Pringsewu yang berada di Pekon Sukoyoso dengan perangkat dan masyarakat Pekon Sukoyoso sekaligus serah terima kepada Kepala Pekon Sukoyoso.
Pertemuan ini pertama dibuka oleh ketua kelompok KKN STMIK Pringsewu Pekon Sukoyoso Imam Samsudin dengan menyampaikan tujuan diadakan KKN STMIK Pringsewu yaitu mengimplementasi misi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang di dalamnya mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.
Imam Samsudin menegaskan, akan membangun Sistem Informasi Pekon yang merupakan sebuah bangunan yang menghubungkan antar fungsi pengelolaan data dan informasi secara utuh di lingkup pekon. Fungsi-fungsi ini berada melebur dalam peran dan lembaga yang aktif di pekon. Aplikasi perangkat lunak SIP adalah salah satu bagian dari bangunan besar SIP tersebut, ucapnya.
Sementara Dosen Pendamping Lapangan Nur Aminudi, M.T.I menyampaikan, agar para mahasiswa peserta KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso dapat mengintegrasikan diri meleburkan diri ke dalam berbagai kegiatan masyarakat sehingga dapat diterima dan berperan-serta dalam berbagai kegiatan masyarakat pekon Sukoyoso. Dengan adanya pelibatan (partisipasi) masyarakat dalam perencanaan, akan dapat mengidentifikasi berbagai ekspektasi, kebutuhan dan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat, sehingga dapat disusun action plan yang lebih tepat dan realistis. Semakin banyak masyarakat yang dilibatkan tentunya akan semakin baik. Di samping itu, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan dapat membawa efek psikologis kepada mereka untuk sama-sama memikul tanggung jawab dalam mengimplementasikan rencana-rencana yang telah dibuat.
Kegagalan dalam melakukan pendekatan sosial dapat berdampak terhadap kegagalan penyelenggaraan KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso itu sendiri. Sebagus apapun program yang dirancang, jika tanpa didukung pendekatan sosial yang memadai tampaknya hanya akan menghasilkan kesia-sian saja. Oleh karena itu, betapa pentingnya penguasaan tentang pendekatan sosial dari setiap mahasiswa KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso.
Pada momen yang bahagia ini, Nur Aminudin, M.T.I sekaligus menyerahkan KKN Mahasiswa STMIK Pringsewu kepada Kepala Pekon Sukoyoso yang disambut baik sehingga nantinya benar-benar dapat mengimplementasikan apa yang menjadi tujuan KKN Mahasiswa STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso ini, ucap kepala Pekon Sukoyoso (Muhaimin).
Setelah acara sambutan Kepala Pekon Sukoyoso (Muhaimin), dilanjutkan dengan memperkenalkan KKN Mahasiswa STMIK Pringsewu kepada masayarakat pekon Sukoyoso, mulai dari nama, jurusan dan asal pekon, begitu pula sebaliknya aparatur Pekon juga memperkenalkan diri.

KOLABORASI MAHASISWA KKN STMIK PRINGSEWU DENGAN MAHASISWA KKN UIN LAMPUNG

KOLABORASI MAHASISWA KKN STMIK PRINGSEWU DENGAN MAHASISWA KKN UIN LAMPUNG

IMG-20170731
SUKOYOSO – Mahasiswa KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso siap bekerjasama dengan mahasiswa KKN Univeristas Islam Negeri Lampung yang sama-sama melaksanakan KKN di Pekon Sukoyoso, hal ini disampaikan Imam Samsudin selaku Ketua Kelompok KKN STMIK Pringsewu di Pekon Sukoyoso yang didampingi seluruh anggotanya, Minggu (30/7).
Imam Samsudin mengatakan, mahasiswa harus menyesuaikan diri sesuai dengan keadaan dan situasi di Pekon Sukoyoso. Mahasiswa perlu memberikan pengaruh untuk membuat perubahan di Pekon Sukoyoso walaupun dalam waktu singkat. Kehadiran mahasiswa KKN STMIK Pringsewu dan KKN UIN Lampung diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi masyarakat Pekon setempat terutama membantu pembenahan administrasi Pekon yang belum bagus.
Kami mahasiswa KKN STMIK Pringsewu (Imam Samsudin) menegaskan, akan membangun Sistem Informasi Pekon yang merupakan sebuah bangunan yang menghubungkan antar fungsi pengelolaan data dan informasi secara utuh di lingkup pekon. Fungsi-fungsi ini berada melebur dalam peran dan lembaga yang aktif di pekon. Aplikasi perangkat lunak SIP adalah salah satu bagian dari bangunan besar SIP tersebut, begitu jugan mahasiswa UIN Lampung yang melaksanakan KKN di Pekon Sukoyoso pastinya mempunyai program-program unggulan juga, ucapnya.
Kami sadar betul, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya, Allah SWT menciptakan manusia beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, dan seterusnya. Demikian pula Allah SWT ciptakan manusia dengan keahlian dan kepandaian yang berbeda-beda pula. Semua itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat.